SELAMAT DATANG, SUGENG RAWOEH DI BLOGKE WONG NDESO YANG INGIN BERBAGI TENTANG AGRICULTURE

Selasa, 25 Oktober 2011

CARA MENANAM KACANG PANJANG


             BUDIDAYA KACANG PANJANG ( vigna sinensis ).
  1. Cultivar / Varietas.
Vigor, Super sainan, Sentosa, dan masih banyak vareitas lainya.
  1. Syarat tumbuh.
Suhu idealnya  20 -30 derajat C, Iklim kering dengan curah hujan 600 – 1. 500 mm / tahun. Hampir semua jenis tanah cocok untuk budi daya kacang panjang, tetapi yang paling baik adalah tanah Latosol / lempung berpasir, subur , gembur, banyak mengandung bahan organic dan drainasenya baik. Keasaman / PH tanahnya sekitar 5,5 – 6,5 .
  1. Pengolahan lahan.
Lahan di bajak atau di cangkul , lalu buat bedengan atau guludan dengan ukuran 1 -1,2 m , jarak antar bedengan / guludan 60 -100cm.
Pengapuran di lakukan jika PH tanah rendah, dengan dosis 1 -2 ton / ha, dalam bentuk , kalsit atau dolomite,( tergantung kemasaman tanah ). Tabur di atas bedengan / guludan lalu di campur / di aduk dengan tanah.
Pemupukan dasar dengan 4 -5 ton / ha.dengan pupuk kandang. Tabur di atas bedengan lalu di campur / di adukdengan tanah. Pemupukan dasar tidak di anjurkan bila kesu buran tanah sudah tinggi.
Rapikan / ratakan bedengan  kembali.
  1. Penanaman.
Bibit kacang panjang yang baik dan bermutu adalah penampilan bernas /kusam, daya kecambah tinggi di atas 85 %, tidak rusak / cacat, tidak mengandung wabah hama dan penyakit.( keperluan benih untuk 1 hektar antara 15 -20 kg.
Benih tidak usah disemaikan secara khusus, tetapi benih langsung tanam pada lubang yang sudah di siapkan. Jarak tanam di pakai tipe merapat dengan ukuran 20 x 50 cm. Biji di masukan dalam lubang tanam sebanyak 2 biji, lalu tutup dengan tanah atau abu dapur.( tanah harus keadaan basah / diairi dahulu ).
  1. Pemeliharaan.
Penyulaman dilakukan  kurang satu minggu setelah tanam, dengan mengganti benih yang tidak tumbuh .
Pemasangan lanjaran / ajir dilakukan 10 -15 hari setelah tanam, pemasangan lanjaran / ajir diantara 2 lubang dengan satu lanjaran / ajir.Panjang lanjaran / ajir 190 – 220 cm..
Merambatkan .
Membantu merambatkan bertujuan untuk mengarahkan pertumbuhan tanaman , baik pucuk tanaman maupun cabang – cabang tanaman , di harapkan tanaman merambat pada lanjaran / ajir yang telah di pasang, sehingga buah / polong kacang tidak tergeletak di tanah.
Penyiangan di lakukan pada tanaman berumur 2 – 3 Minggu setelah tanam, / tergantung pertumbuhan rumput / gulma.
Pemangkasan / perempelan.
Kacang panjang yang terlalu rimbun perlu di lakukan pemangkasan daun maupun ujung batang, tanaman yang terlalu rimbun dapat menghambat pertumbuhan bunga.
Pemupukan susulan / tambahan 1:
Di lakukan 2 Minggu setelah tanam dengan campuran pupuk makro ZA 50 kg + TSP 100 kg + KCL 50 kg / ha. Dengan cara di tugal / di gejik (jawa ) jaraknya 5 – 10 cm dari lubang tanam, kemudian tutup dengan tanah.
Pemupukan susulan / tambahan  2 :
Dilakukan  4 Minggu setelah tanam dengan pupuk majemuk NPK 200 kg / ha, dengan jarak 10 -15 cm dari lubang tanam.
Pemupukan susulan / tambahan 3 :
Dilakukan pada umur 6 Minggu setelah tanam dengan pupuk majemuk  NPK 200 kg /ha. Dengan jarak 10 -15 cm dari lubang tanam.
Pengairan .
Dilakukan sesuai kebutuhan tanaman , seminggu 1 -2 kali, yang terpenting  di jaga agar tanaman tidak kekurangan dan kelebihan air. Pengairan sebaiknya di lakukan  setelah pemupukan .( lihat kondisi tanah ).
  1. Hama dan penyakit.
Lalat kacang ( Ophiomya phasioli Triyon ).
Gejalanya terdapat bintik – bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanaman yang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan , pangkal batang terjadi perakaran skunder dan membengkak.
Pengendalianya dengan cara pergiliran tanaman yang bukan famili kacang – kacangan . Lakukan penyemprotan dengan insektisida Orthene 75 SP dengan konsentrasi 1 cc / liter air.
Kutu daun (Aphis Cracivora Koch ).
Gejalanya pertumbuhan terhambat  karena hama mengisap cairan sel tanaman . Kutu bergerombol di pucuk tanaman dan berperan sebagai vector virus.
Pengendalianya lakukan penyemprotan dengan  Furadan 3 G dan Carbofuran.
Aphids .
Gejalanya daun menjadi hitam karena tumbuh jamur jelaga yang tumbuh pada kotoran aphids.
Pengendalianya lakukan penyemprotan dengan insektisida Winder atau Supracide dengan dosis sesuai anjuran .( lihat label obat ).
Ulat grayak ( spodoptera litura .F ).
Gejala daun berlubang, juga bisa menyerang polong, serangan berat di musim kemarau.
Pengendalianya penanaman serentak, perangkap hama kimiawi, atau lakukan penyemprotan dengan insektisida Suoracide dengan dosis sesuai anjuran .lihat label di botol obat.
Ulat  bunga ( Maruca testualis ).
Gejalanya larva menyerang bunga yang sedang mekar / membuka , kemudian memakan polong., menyebabkan kerontokan pada bunga .
Pengendalianya semprot dengan insektisida Sevin atau Winder , dengan dosis yang di anjurkan.
Thrips.
Menyerang bagian pucuk tanaman sehingga terjadi keriting dan kering, sejak tanaman masih kecil sampai besar.
Pengendalianya semprot dengan pestisida Winder , atau Promection ,atau Agrimeec atau Confidor dengan dosis sesuai anjuran ( lihat label obat ).
Tungau ( Mites ).
Gejalanya daun akan menggulung ke bawah dan warnanya hijau kehitaman .Dalam kondisi parah, tanaman dapat mengalami kerontokan daun.
Pengendalianya semprot dengan Samite atau Omite atau Mitae , dengan dosis sesuai anjuran.
Penyakit Antraknose.
Penyebabnya jamur collectricum lindemuthianum.
Gejalanya dapat di amati pada bibit yang baru berkecambah, pada bagian batang dan keping  biji berwarna coklat.
Pengendalianya dengan rotasi tanaman , perlakuan benih sebelum di tanam dengan fungisida Dithan M -45 dan Cupravit OB 21, dan  penyiangan gulma yang mengganggu.
Penyakit mozaik.
Penyebab virus cowpea aphid borne, gejalanya daun muda terdapat gambaran mosaic yang warnanya tidak beraturan. Penyakit di tularkan oleh vector kutu daun.
Pengendalianya  dengan menggunakan benih yang sehat dan bebas virus, semprot dengan insektisida yang efektif untuk kutu daun, dan tanaman yang terserang di cabut dan di buang.
Layu bakteri dan jamur layu.
Penyebab bakteri Pseudomonas solanacearum E. F .Smith.
Gejalanya tanaman mendadak layu dan akan menyebabkan mati .
Pengendalianya dengan rotasi tanaman, perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati. Penyakit ini bisa di sebabkan oleh jamur pytium maupun oleh bakteri. Penyakit ini dapat di cegah dengan di kocor Kocide 77, dan di semprot.
Sedang pengendalian bakteri kocor dengan  Bactomycin atau Agrimyein dengan dosis sesuai anjuran.
Pengendalian hama atau penyakit bila perlu saja, yaitu bila terlihat gejala ada serangan atau penyakit. Untuk tindakan preventif lakukan penyemprotan 1 -2 kali seminggu setelah tanam, dengan pestisisida , insektisida ,atau fungisida secara bergantian dengan dosis sesuai anjuran diatas.
  1. Pemanenan.
Umur tanaman siap di panen sekitar umur 3,5 – 4 bulan setelah tanam.
Ciri – ciri kacang yang siap di panen adalah ukuran polong telah maksimal, mudah di patahkan dan bijinya di dalam polong tidak menjol, waktu panen yang baik di pagi atau sore hari, dengan cara memotong tangkai kacang .

Sabtu, 20 Agustus 2011

CARA MENANAM KANGKUNG DARAT

 


 BUDIDAYA KANGKUNG DARAT



  
Sahabat-sahabat.
Kali ini saya akan mempostingkan tentang “Cara Menanam Kangkung Darat” karena Ibu saya Minta di carikan, ya udah saya tuliskan di Blog Sederhana Saya.
Kangkung (Ipomoea sp.) dapat ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi.. Kangkung merupakan jenis tanaman sayuran daun, termasuk kedalam famili Convolvulaceae. Daun kangkung panjang, berwarna hijau keputih-putihan merupakan sumber vitamin pro vitamin A. Berdasarkan tempat tumbuh, kangkung dibedakan menjadi dua macam yaitu: 1) Kangkung darat, hidup di tempat yang kering atau tegalan, dan  2) Kangkung air, hidup ditempat yang berair dan basah.
Petanian Organik adalah sebuah bentuk solusi baru guna menghadapi kebuntuan yang dihadapi petani sehubungan dengan maraknya intervensi barang-barang sintetis atas dunia pertanian sekarang ini. Dapat dilihat, mulai dari pupuk, insektisida, perangsang tumbuh, semuanya telah dibuat dari bahan-bahan yang disintesis dari senyawa-senyawa murni (biasanya un organik) di laboratorium. Pertanian organik dapat memberi perlindungan terhadap lingkungan dan konservasi sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, memperbaiki kualitas hasil pertanian, menjaga pasokan produk pertanian sehingga harganya relatif stabil, serta  memiliki orientasi dan memenuhi kebutuhan hidup ke arah permintaan pasar.
Teknologi Budidaya
1. Benih
Kangkung darat dapat diperbanyak dengan biji. Untuk luasan satu hektar diperlukan benih sekitar 10 kg. Varietas yang dianjurkan adalah varietas Sutra atau varietas lokal yang telah beradaptasi.
2. Persiapan Lahan
Lahan terlebih dahulu dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur, setelah itu dibuat bedengan membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya adalah 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan. Jarak antar bedengan  + 30 cm. Lahan yang asam (pH rendah) lakukan pengapuran dengan kapur kalsit atau dolomit.
3. Pemupukan
Bedengan diratakan, 3 hari sebelum tanam diberikan pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 20.000 kg/ha atau pupuk kompos organik hasil fermentasi (kotoran ayam yang telah difermentasi) dengan dosis 4 kg/m2. Sebagai starter ditambahkan pupuk anorganik 150 kg/ha Urea (15 gr/m2) pada umur 10 hari setelah tanam. Agar pemberian pupuk lebih merata, pupuk Urea diaduk dengan pupuk organik kemudian diberikan secara larikan disamping barisan tanaman, jika perlu tambahkan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 1 dan 2 minggu setelah tanam.
4. Penanaman
Biji kangkung darat ditanam di bedengan yang telah dipersiapkan. Buat lubang tanam dengan jarak 20 x 20 cm, tiap lubang tanamkan 2 – 5 biji kangkung. Sistem penanaman dilakukan secara zigzag atau system garitan(baris).
5. Pemeliharaan
Yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan air,  bila  tidak  turun  hujan  harus  dilakukan
penyiraman. Hal lain adalah pengendalian gulma waktu tanaman masih muda dan menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit.
6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
Hama yang menyerang tanaman kangkung antara lain ulat grayak (Spodoptera litura F), kutu daun (Myzus persicae Sulz) dan Aphis gossypii. Sedangkan penyakit antara lain penyakit karat putih yang disebabkan olehAlbugo ipomoea reptans. Untuk pengendalian, gunakan jenis pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.
7. Panen
Panen dilakukan setelah berumur  + 30 hari setelah tanam, dengan cara mencabut tanaman sampai akarnya atau memotong pada bagian pangkal tanaman sekitar   2 cm di atas permukaan tanah.
8. Pasca Panen
Pasca panen terutama diarahkan untuk menjaga kesegaran kangkung, yaitu dengan cara menempatkan kangkung yang baru dipanen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar dalam air dan pengiriman produk secepat mungkin.

Rabu, 17 Agustus 2011

CARA MENANAM CABE

                          BUDIDAYA CABE ( Capsiam annuum )

1.Cultivar / Varietas.
   Hot chili , Hot beauty , Prabu , Marathon , Gada, dan masih banyak lagi jenisnya.
2.Persemaian 
   Penyemaian benih.
   Benih cabe di rendam dengan air sekitar 18 jam, lalu tiriskan dan bungkus rapat
   dengan kertas atau tissue untuk menjaga kelembaban , pembukus setengah basah.
    2 – 3 hari buka pembukus, dan pindahkan benih cabe ke media semai satu persatu.
    Media semai campuran tanah dan pupuk kandang matang dengan perbandigan 1 : 1
     atau  2 : 1.masukan ke polibag plastic.Setelah benih cabe di tanam 0,5 – 1 cm .lalu 
     siram air dengan gembor penyiraman,dan tutup dengan daun pisang untuk menjaga
     kelembaban , lihat  kalau sudah benih mulai tumbuh buka daun penutup dan siram 
    pagi dan sore.Untuk mencegah gangguan cendawan , semprot persemaian  dengan
     fungisida  Starmyl 25WP dan Victory 80WP. Atau dengan fungisida lainya
     Untuk mencegah gangguan hama, persemaian di semprot dengan insektisida Winder
     100ec dengan konsentrasi 0,5 cc/ liter
 3. Pengolahan lahan.
Tanah di cangkul atau di bajak dan buat bedengan / guludan berukuran 1,2m , tinggi bedengan / guludan sekitar 30 cm , dan jarak antar bedengan 60 cm
Pemupukan dasar taburi di atas bedengan / guludan sekitar 20 ton / ha. Pupuk kandang , atau campuran pupuk makro Urea 199 kg + TSP 311 kg + KCL 90 kg / ha.( Rekomendasi pupuk untuk tanaman cabe pada tanah Mineral dengan tingkat kandungan P dan K sedang ).
Bila tanah terlalu masam taburi kapur atau dolomite sekitar 100 – 120 ton /ha, sampai       PH tanah 6 – 6,5 , kemudian diaduk.
Rapikan kembali bedengan / guludan dan tutup dengan mulsa plastic hitam perak dan kunci mulsa plastik agar tidak sobek jika terbawa angin.
 4.Penanaman.
     Lubangi mulsa plastic dengan diameter 10 cm. dengan jarak tanam yang di pakai 
      sistim double row ( dua baris tanaman ) per bedengan dengan jarak 60 cm x 50 cm
      Sebelum penanaman di lakukan ,bedengan di siram atau di lep (jawa )
      Penanaman di lakukan pada bibit yang sudah berumur 4 -5 minggu, atau sudah mem
       punyai daun 3 – 5 helai .
Pemindahan tanaman dilakukan dengan hati – hati jangan sampai akar atau daunya rusak, dengan satu lubang tanam di isi satu bibit.( buka plastic polibag). Setelah selesai penanaman siram atau  kocor dengan air agar tanaman tidak layu / cepat tumbuh.
5. Pemeliharaan.
     Penyulaman di lakukan satu minggu setelah tanam, pada tanaman yang tidak sehat per
      tumbuhanya dengan bibit baru yang sehat dan umur kira2 sama.
      Tancapkan  lanjaran atau ajir 7 hari setelah tanam, dengan jarak sekitar 5 -10 cm dari
      batang tanaman dengan kedalaman 20 -30 cm ke dalam tanah.(lanjaran / ajir terbuat
     dari bambu dengan panjang 1 m -1,2 m ).Ikat tanaman pada lanjaran pada umur15
      hari setelah tanam dengan tali rafia.
     Wiwil atau buang semua tunas di bawah cabang pertama dan bunga yang pertama dan     
      kedua .Cabang selanjutnya dan bunga cabang ke 3 di pelihara.
  1. Hama dan penyakit.
Ulat tanah ( Agrotis ipsilon  )
Biasanya menyerang tanaman cabe yang baru di pindah tanam, dengan memotong batang utama pohon hingga roboh , bahkan sampai putus. Untuk pencegahanya lakukan penyemprotan insektisida Direct 25 ec dengan konsetrasi 0,4 cc / liter atau dengan insektisida Raydok 28 ec dengan konsentrasi 0,25 – 0, 5 cc / liter, sehari sebelum tanam.
Ulat grayak ( spodoptera litura ).
Biasanya menyerang daun, buah dan tanaman yang masih kecil. Untuk pengendalianya dianjurkan penyemprotan di sore hari atau malam hari dengan insektisida biologi Turex WP bergantian dengan insektisida Raydok 28 ec atau insektisida Direct 25 ec.
Lalat buah ( dacus verugenius ).
Gejala awalnya buah cabe berlubang kecil, kulit buah menguning, dan kalau di belah biji cabe berwarna coklat kehitaman dan pada akhirnya buah rontok.
Untuk pencegahan dan pengendalianya dengan membuat perangkap dengan sexferomon atau dengan penyemprotan insektisida Winder 100ec dengan konsentrasi 0,5 -1 cc / liter, bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsetrasi 0,25 – 0,5 cc / liter atau dengan insektisida Cyrotex 75sp dengan konsentrasi 0,3 -0,6 g / liter.
Tungau ( mite ).
Biasanya menyerang tanaman cabe hingga  daun berwarna kemerahan ,menggulung keatas, menebal akhirnya rontok.
Untuk pengendalian dan pencegahanya lakukan penyemprotan dengan akarisida Samite 135EC dengan konsentrasi 0,25 -0,5 ml / liter air, bergantian dengan insektisida Promectin 18 ec dengan konsentrasi 0,25 – 0,5 cc / liter.
Thrips.
Apabila menyerang daun, daun akan berwarna bercak keperakan dan menggulung ke dalam, keriting, dan rontok, bunga akan mongering dan rontok.
Untuk pengendalian dan pencegahan lakukan penyemprotan dengan insektisida Winder 25WP dengan konsetrasi  5 – 10 gr / liter, atau dengan insektisida Winder 100 EC dengan konsentrasi 6 – 10 ml / liter air, bergantian dengan insektisida Promectin 18 ec dengan konsentrasi 0,25 – 0,5 cc / liter.
Puru akar ( Nematoda ).
Merupakan organisme pengganggu tanaman yang menyerang daerah perakaran tanaman cabe. Jika tanaman terserang maka transportasi bahan makanan terhambat dan partumbuhan tanaman terganggu, selain itu kerusakan akibat puru akar ( nematode ) ini dapat memudahkan bakteri masuk dan mengakibatkan layu bakteri. Pencegahan yang efektif adalah menanam varietas cabe yang tahan terhadap puru akar ini , dan melakukan penggiliran tanaman.
Dan apabila lahan yang di tanami daerah endemic, pemberian nematisida dapat di berikan bersamaan dengan pemupukan.
Anthracnosa buah. / patek.
Gejala awalnya kulit buah  akan tampak mengkilat selanjutnya akan timbul bercak hitam yang kemudian meluas dan akhirnya membusuk.
Untuk pengendalianya semprot dengan fungisida Kocide54 WDG dengan konsentrasi 1 – 2 g / liter air, bergantian dengan fungisida Victory 80wp dengan konsentrasi 1 – 2 g / liter air.
Phitopthora.
Gejalanya  bagian tanaman yang terserang terdapat bercak coklat kehitaman dan kelamaan membusuk. Penyakit ini menyerang tanaman cabe  pada daun, batang maupun buah. Pengendalianya adalah menyemprot tanaman dengan fungisida Kocide 77 wp dengan dosis 1,5 -3 kg/ha. Bergantian dengan fungisida victory 80 wp dengan konsentrasi 2 -4 g / liter air di campur dengan fungisida sistemik Starmyl 25 wp dengan dosis 0,8 – 1 g / liter.
Rebah semai ( dumping off).
Penyakit ini biasanya menyerang tanaman saat di persemaian.
Penyebabnya jamur / phitium sp, untuk pencegahan lakukan penyemprotan dengan fungisida sistemik Starmyl 25 wp saat di persemaian dan saat pidah tanam dengan konsentrasi 0,5 – 1 g/ liter.
Layu bakteri / layu fusarium.
Biasanya mulai menyerang tanaman cabe saat fase generatif. Untuk mencegahnya dianjurkan penyiraman Kocide 77 wp pada lubang tanam dengan konsentrasi 5 g / liter,mulai saat tanaman menjelang berbunga dengan interval 10 -14 hari.
Bercak daun.
Disebabkan oleh cendawan / jamur cercospora capsici.
Gejalanya berupa bercak bercicin, berwarna putih pada tengahnya dan coklat kehitaman pada tepinya. Pencegahanya semprot dengan fungisida Kocide 54 WDG dengan konsentrasi 1,5 – 3 g / liter, bergantian dengan fungisida Victory 80 wp dengan konsentrasi 2 -4 g / liter, dengan interval 7 hari.
Penyakit mozaik virus.
Saat ini belun ada pestisida yang mampu mengendalikan penyakit ini.
Dan sebagian tindakan pencegahan dapat di lakukan pengendalian terhadap hewan pembawa virus tersebut yaitu aphids.
Aphids.
Gejalanya daun akan menggulung ke dalam, keriting , menguning, dan rontok.
Untu pencegahanya dan pengendalianya lakukan penyemprotan dengan insektisida Winder25 wp, dengan konsentrasi 5 – 10 gr/ liter air , atau dengan Winder 100 ec 6 – 10 ml / liter, bergantian dengan insektisida Promectin 18 ec dengan konsentrasi 0,25 -0,5 cc / liter.
Pencegahan dan pengedalian hama.
Pengendalian hama atau penyakit bila perlu saja, yaitu bila terlihat gejala ada serangan atau penyakit. Untuk tindakan preventif lakukan penyemprotan 1 -2 kali seminggu setelah tanam, dengan pestisisida , insektisida ,atau fungisida secara bergantian dengan dosis sesuai anjuran diatas.
     Pemupukan susulan atau tambahan.
Pemberian pupuk susulan di lakukan pada :
     2 minggu setelah tanam dengan campuran pupuik makro Urea 75 kg + TSP 34
     Kg / ha.
     4 minggu setelah tanam Urea 75 kg + TSP 34 kg / ha.
     6 minggu setelah tanam  Urea 75 kg + TSP 34 kg /ha.
8 minggu setelah tanam Urea 75 kg + TSP 34 kg /ha. Atau pakai pupuk majemuk NPKdengan waktu  2, 4 , 6 , 8 minggu setelah tanam  100 kg – 200 kg/ ha.
Dengan cara di tebar di sekeliling tanaman 5 – 10 cm dari batang tanaman , atau di kocorkan pakai air.
Penyiangan di lakukan 2 – 3 minggu sekali setelah tanam  jika ada gulma yang mengganggu atau sesuai dengan pertumbuhan gulma.
         Pengairan / penyiraman.
            Dilakukan dengan system furrow, yaitu dengan mengairi parit  saat tanaman beru
            mur 10 hari setelah tanam, atau di sesuaikan dengan kelembaban tanah. Air
            jangan sampai menggenangi bonggol batang tanaman terlalu lama. Karena
            tanaman cabe tidak tahan dengan terlalu banyak air .
  1. Panen dan pasca panen.
Panen pertama di lakukan mulai 9 minggu setelah tanam, dan panen berikutnya setiap 5 -7 hari sekali.
Buah yang sudah di panen segera di sortir ( di pisahkan ) sesuai dengan  pesanan pasar. Dengan penerapan teknologi budidaya, penanganan pasca panen yang benar dan tepat serta penggunaan benih yang tahan hama penyakit dapat meningkatkan produksi cabe yang maksimal.

Selasa, 16 Agustus 2011

CARA MENANAM TOMAT

             CARA BUDIDAYA TOMAT ( Lycopersicon esculentum ).
1.      Cultivar / varietas.
Intan, R 1, Permata F1, Sakura F1 , Giga  F1, Jelita F1, Paduka F1, Mahkota F1, dan masih banyak varietas lainya.
    2.  Syarat tumbuh.
      Tomat dapat ditanam di dataran rendah/dataran tinggi
      Tanahnya gembur, porus dan subur, tanah liat yang sedikit mengandung pasir dan

      pH antara 5 - 6
      Curah hujan 750-1250 mm/tahun, curah hujan yang tinggi dapat menghambat  

      persarian.
      Kelembaban relatif yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan  

      tanaman yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui  
      stomata yang membuka lebih banyak, tetapi juga akan merangsang mikro 
      organisme pengganggu tanaman dan ini berbahaya bagi tanaman
3.      Persemaian.
      Penyemaian benih.
         Benih tomat di rendam dengan air sekitar 18 jam, lalu tiriskan dan bungkus rapat
         dengan kertas atau tissue, untuk menjaga kelembaban , pembukus setengah basah.
         2 – 3 hari buka pembukus, dan kalau sudah mulai berkecambah pindahkan benih
         tomat ke media semai satu persatu dengan hati – hati.
         Media semai campuran tanah dan pupuk kandang matang dengan perbandigan 1 : 1
         atau  2 : 1.masukan ke polibag plastic.Setelah benih tomat di tanam 0,5 – 1 cm .lalu 
         siram air dengan gembor penyiraman,dan tutup dengan daun pisang untuk menjaga
         kelembaban , lihat  kalau sudah benih mulai tumbuh buka daun penutup dan siram 
         pagi dan sore.Untuk mencegah gangguan cendawan , semprot persemaian  dengan
         fungisida  Starmyl 25WP dan Victory 80WP. Atau dengan fungisida lainya
         Untuk mencegah gangguan hama, persemaian di semprot dengan insektisida
         Winder 100ec dengan konsentrasi 0,5 cc/ liter.
4.      Persiapan lahan.
       Pilih lahan gembur dan subur yang sebelumnya tidak ditanami tomat, cabai, terong,
       tembakau dan kentang .
       Untuk mengurangi nematoda dalam tanah genangilah tanah dengan air selama dua

        minggu
       Bila pH rendah berikanlah kapur dolomite 150 kg/1000 m2 dan disebar serta  

       diaduk rata pada umur 2-3 minggu sebelum tanam
       Buatlah bedengan selebar 100 -120 cm untuk barisan ganda dan 40-50 cm untuk

       barisan tunggal
       Buatlah parit selebar 40- 60cm diantara bedengan dengan kedalaman 30 cm untuk

       pembuangan air.
       Beikan pupuk dasar dengan pupuk kandang 15 – 18 ton / ha , dengan di tabur di
       atas bedengan / guludan lalu di campur atau di aduk sampai rata. Atau pakai
       campuran pupuk makro 199 kg Urea /ZA + 311kg TSP + 90 kg KCl / ha, ( reko
       mendasi pupuk untuk tanaman tomat pada tanah mineral dengan tingkat kandungan
    P dan K sedang ). Atau jika pakai Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 300kg
 – 450 kg / ha. Kemudian di campur atau di aduk dengan tanah. Rapikan kembali
    bedengan / guludan dan tutup dengan mulsa plastic hitam perak dan kunci mulsa
   plastik agar tidak sobek jika terbawa angin
5.      Penanaman.
         Lubangi mulsa plastic dengan diameter 10 cm. dengan jarak tanam yang di pakai 
         sistim double row ( dua baris tanaman ) per bedengan dengan jarak 60 cm x 50 cm
         Sebelum penanaman di lakukan ,bedengan di siram atau di lep (jawa )
         Penanaman di lakukan pada bibit yang sudah berumur 4 -5 minggu, atau sudah 
         mempunyai daun 3 – 5 helai
   Pemindahan tanaman dilakukan dengan hati – hati jangan sampai akar atau daunya
   rusak, dengan satu lubang tanam di isi satu bibit.( buka plastic polibag). Setelah
   selesai penanaman siram atau  kocor dengan air agar tanaman tidak layu / cepat
   tumbuh.
6.      Pemeliharaan.
Penyulaman pada tanaman yang tidak sehat pertumbuhanya ,atau yang mati , dengan bibit yang umurnya kira – kira sama. Penyulaman di lakukan pada satu minggu setelah tanam.
Pemberian lanjaran / ajir 2 -3 minggu setelah tanam , di tancapkan sekitar 10 cm dari pohon , dengan kedalaman 20 -30 cm dengan posisi tegak atau miring keluar.
Pewiwilan / buang tunas di bawah cabang pertama, lakukan 4 -6 minggu setelah tanam, agar buah yang di hasilkan tidak kerdil dan masaknya tidak terlambat.
Ikat pohon tomat dengan lanjaran / ajir pakai tali rafia, agar tomat tidak roboh, bila sudah berbuah.
Pemupukan susulan /tambahan .
Dilakukan  pakai campuran pupuk makro :
   2 minggu setelah tanam 100 kg Urea / ZA + 45 kg TSP / ha.
   5 Minggu setelah tanam 100 kg Urea / ZA + 45 kg TSP /ha.
   7 Minggu setelah tanam 100 kg Urea / ZA + 45 kg TSP / ha.
Atau pakai pupuk majemuk NPK  dengan dosis dan aplikasi yang sama. Dengan cara di tebar di sekiling pohon dengan jarak 10 -15 cm , atau di kocorkan pakai air.
Pengairan di lakukan 2 – 3 kali seminggu , lihat kondisi tanah.
Hama dan penyakit.
          penyakit yang sering menyerang tanaman tomat yaitu :  
          Ulat tanah coklat  
          Kumpulkan larva, kemudian musnahkan atau disemprot dengan Diptrek 95 SL 
          atau Dusban 20 EC, dengan dosis 0,1 %.
          Ulat buah 
          Semprot dengan Diazinon 60 EC, dengan dosis 0,2 %.
          Penyakit Lanas
          Cabut dan buang tanaman yang terserang – Rhizoetonia dan Phytium sp. Semprot  
          dengan Dithane M -45 0,2%.
          Pengendalian hama dan penyakit di lakukan bila perlu saja , yaitu bila terlihat ada 
          Gejala serangan hama atau penyakit , Untuk tindakan preventif dalam pencegahan  
          Hama lakukan penyemprotan  seminggu 2 -3 kali , insektisida + fungisida , dengan 
          Dosis sesuai anjuran, lihat label obat.
7.      Pemanenan.
      Panen pada umur 90-100 hari setelah tanam, dengan ciri; kulit buah berubah dari  
      warna hijau  menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua mengering, batang 
      menguning,
      petik pagi atau sore hari disaat cuaca cerah. Buah dipuntir hingga tangkai
          buah terputus. Pemuntiran buah dilakukan satu-persatu dan dipilih buah yang siap  
          petik. Masukkan keranjang dan letakkan di tempat yang teduh
          Interval pemetikan 2-3 hari sekali.
          Supaya tahan lama, tidak cepat busuk dan tidak mudah memar, buah tomat yang

          akan dikonsumsi segar dipanen setengah matang
          Wadah yang baik untuk pengangkutan adalah peti-peti kayu dengan papan bercelah

          dan jangan dibanting
          Waspadai penyakit busuk buah Antraknose, kumpulkan dan musnahkan
          Buah tomat yang telah dipetik, dibersihkan, disortasi dan di packing lalu diangkut

          siap untuk konsumsi.